Breaking News
Home » Barista » Hubungan Pressure dan Level Grinding pada Espresso
Hubungan Pressure dan Level Grinding pada Espresso
Credit : freshcup

Hubungan Pressure dan Level Grinding pada Espresso

Hubungan Pressure dan Level Grinding pada Espresso – Meracik espresso memang perlu memperhatikan banyak aspek, dua diantaranya adalah pressure dan level grinding. Apalagi ciri khas dari sajian espresso adalah dengan munculnya crema, lapisan krim keemasan yang terbentuk dari ekstraksi lemak dan minyak pada kopi.

Espresso, dari namanya sudah dapat diketahui bahwa penyeduhannya menggunakan pressure (tekanan). Berdasarkan ‘teori’ espresso, tekanan yang tepat dan seimbang adalah sebesar 9 dalam satuan bars, yang diukur dengan alat barometer. Stephen Kim, orang yang telah memenangkan penghargaan pembuatan alat seduh manual mengatakan bahwa, 9 bars adalah tekanan optimal yang dapat digunakan untuk menyeduh espresso terbaik. Jika tekanan kurang dari 9 bars, maka membutuhkan waktu yang lebih lama. Sebaliknya jika tekanan lebih dari 9 bars, proses ekstraksi terlalu cepat dan kemungkinan akan merusak alat yang digunakan, karena alat-alat tersebut pasti sudah didesain khusus untuk menahan tekanan tersebut. Tamper sebagai alat untuk meratakan dan memadatkan kopi juga harus memiliki permukaan yang rata, agar waktu ketika bubuk kopi bertemu air adalah sama. Menggunakan tamper juga tidak perlu berlebihan, ketika bubuk kopi sudah tidak bergerak lagi maka pemadatan sudah selesai. (baca juga : Filosofi Kopi 5 jari dan prakteknya)

Hubungan Pressure dan Level Grinding pada Espresso
Credit : Tecnora

Hubungan Pressure dan Level Grinding pada Espresso

Semahal apa pun mesin penyeduh espresso yang digunakan, namun jika hasil gilingan biji kopi tidak tepat atau bahkan tidak konsisten, akan berdampak pada espresso itu sendiri. Pada umumnya, level grinding yang digunakan untuk espresso adalah fine-grind. Jika terlalu halus, akan sulit dilewati air karena terlalu rapat sehingga over-extracted. Jika terlalu kasar maka akan membuka celah sehingga air mudah mengalir dan menjadi under-extracted. Jika level grinding tidak merata, ada yang terlalu halus dan ada yang masih kasar, ekstraksi menjadi tidak merata.

Dari 2 aspek di atas, pressure dan level grinding, dapat dilihat bahwa pressure di bawah 9 bars dengan level grinding coarse akan menghasilkan sedikit atau bahkan tanpa crema untuk sebuah espresso. Maka dari itu perlu mengatur keseimbangan dan konsistensi alat serta bahan yang digunakan sesuai dengan ‘teori’ espresso. (windy)

About Sada

The Origin Gayo Specialty Coffee for Special people

Check Also

Kopi Jagung, Trend Kopi Masa Penjajahan

Kopi Jagung, Trend Kopi Masa Penjajahan

Kopi Jagung, Trend Kopi Masa Penjajahan- Kopi luwak, kopi gula aren, dan kopi jagung merupakan hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »