Breaking News
Home » Berita » Rantai Ekspor Kopi di Indonesia
Rantai ekspor kopi indonesia
Rantai ekspor kopi indonesia

Rantai Ekspor Kopi di Indonesia

Rantai Ekspor Kopi di Indonesia – Menjadi negara eksportir kopi terbesar ketiga di dunia yang dikirim ke lebih dari 50 negara bukan berarti tanpa hambatan. Rantai nilai kopi mencakup petani, perantara, pedagang, pihak eksportir, pihak importir, pemasok kopi (biasanya perusahaan yang mengolah kopi menjadi produk makanan), peritel (toko, coffee shop), dan yang terakhir adalah konsumen. Jika rantai ini terlalu panjang, biasanya tidak terlalu menguntungkan para petani kopi, terutama petani kecil. Tidak sesuai dengan harga produk olahan kopi yang lebih mahal dan dijual di pasaran.

Petani sebagai produsen awal kopi, baik yang perorangan dengan alat kerja sederhana maupun yang sudah menggunakan alat modern biasanya menggunakan perantara untuk melanjutkan proses pengolahan buah kopi atau biji kopi. Masalah yang sering terjadi adalah perantara yang menetapkan harga beli kopi dari petani lebih murah dari yang seharusnya, namun menjual dengan harga yang lebih tinggi kepada perantara selanjutnya. Akan sangat menguntungkan bila petani itu sendiri yang menjadi perantara langsung bagi para eksportir kopi, selain menghemat biaya pengeluaran untuk mengirim ke perantara, petani juga mendapat keuntungan dengan harga yang lebih tinggi. (baca Juga : Direct Trade Sistem yang Mensejahterakan Petani)

Rantai Ekspor
Rantai Ekspor

Mata rantai Ekspor Kopi Indonesia

Salah satu contoh kasusnya adalah ekspor kopi Gayo. Ekspor kopi yang dilakukan melalui pelabuhan di Sumatera Utara, belum lagi pihak yang melakukan ekspor berhutang kepada pada perantara, bahkan tidak dilakukan pengawasan terhadap bayaran yang diberikan membuat petani benar-benar rugi. Harga kopi Gayo yang dijual di pasaran tidak seimbang dengan pendapatan petani. Oleh karena itu, solusi dari masalah ini adalah dengan mengurangi perantara yang dilalui sehingga petani dapat bertemu langsung dengan eksportir dan dapat dilakukan pengawasan bayaran yang diberikan. Hal ini juga dilakukan di daerah lain penghasil kopi.

Mata rantai yang terlalu panjang sebelum diekspor ke luar negri juga mempengaruhi kualitas dan kuantitas kopi. Kuantitas kopi yang berkualitas tidak sama saat berada di perantara pertama. Faktor cuaca dan keasaman tanah yang dapat menurunkan hasil produksi kopi juga menjadi tidak seimbang dengan tingginya permintaan kopi di pasar.(Windy)

About Sada

The Origin Gayo Specialty Coffee for Special people

Check Also

Organic Coffee, Apa Syaratnya?

Organic Coffee, Apa Syaratnya?

Organic Coffee, Apa Syaratnya? – Mengonsumsi minuman yang mengandung banyak manfaat dan diklaim sebagai minuman yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »