Breaking News
Home » Berita » Kopi Punah dari Bumi, apa yang terjadi ?
Kopi Punah dari Bumi, apa yang terjadi ?
Credit : Hawaiian Energy Sports

Kopi Punah dari Bumi, apa yang terjadi ?

Kopi Punah dari Bumi, apa yang terjadi ?- Usaha-usaha sudah dilakukan untuk menjaga dan melestarikan kopi agar tetap dapat tumbuh. Solusi untuk memecahkan masalah degradasi tanah dan perubahan iklim juga sudah dipraktikkan dengan bantuan komunitas dan organisasi. Termasuk konservasi global dengan cara menyimpan benih biji kopi dalam bank gen terbesar sebagai upaya pencegahan kepunahan total, baik karena bencana alam, perubahan iklim ekstrim, atau akibat dari ulah manusia sendiri, contohnya peperangan.

Dua jenis kopi yang paling populer, yakni arabica dan robusta, bukan berarti bebas dari ancaman kepunahan karena banyak dibudidayakan, sebab permintaan arabica yang tinggi karena kualitasnya dan robusta yang banyak digunakan sebagai produk kopi instan. Arabica merupakan jenis kopi yang perlu perawatan intensif, karena mudah terserang penyakit dan sensitif terhadap perubahan cuaca. Meskipun robusta relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit, namun kondisi tanah yang sudah terlalu banyak menyerap bahan pestisida justru akan menambah kekebalan organisme penyebab penyakit tersebut.

Lalu apa yang akan terjadi jika kopi benar-benar punah? Orang yang pertama kali merasakan dampaknya adalah petani. Petani kopi di Brazil, Columbia, Indonesia, Vietnam, Kenya, Ethiopia, dan negara penghasil kopi lainnya yang hanya bergantung pada hasil panen kopi tentu akan kehilangan mata pencaharian. Area perkebunan yang sudah tidak dapat digunakan, baik karena iklim yang ekstrim atau organisme pengganggu yang semakin kebal terhadap racun, akan menjadi kosong karena belum tentu dapat ditanami jenis tanaman lain. (Baca juga : Lokasi yang Tepat untuk Perkebunan Kopi)

Kopi Punah dari Bumi, apa yang terjadi ?
Credit : u.osu.edu

Kopi Punah dari Bumi, apa yang terjadi ?

Selanjutnya kepunahan ini akan dirasakan oleh orang-orang yang memperdagangkan kopi. Persediaan green bean, roasted bean, atau kopi bubuk juga ikut menipis, dan lama-kelamaan akan habis karena permintaan konsumen meskipun dijual dengan harganya yang tinggi karena status langka. Produk-produk yang menggunakan kopi sebagai bahan dasar juga mulai mencari bahan pengganti atau bahkan membuat ekstrak kopi sintetis. Dampak ini terakhir dirasakan oleh para peminumm kopi. Asupan kafein yang biasa diterima setiap hari semakin berkurang dan akhirnya menghilang. Peminum kopi berat yang tiba-tiba berhenti minum kopi pun akan mengalami gejala caffeine withdrawal dalam jangka waktu tertentu.

Penelitian terkait ancaman kepunahan ini sudah dilakukan oleh tim peneliti Kew, UK’s Botanical Gardens, pada tanaman kopi liar di Ethiopia. Ethiopia dipilih karena merupakan asal berkembangnya kopi hingga saat ini. Dengan model analisis digital, mereka memprediksi bahwa pada tahun 2080 nanti, lahan tanaman kopi liar akan mengalami kerusakan hingga 85% akibat perubahan iklim. Dengan adanya prediksi ini, upaya untuk menyelamatkan kopi juga semakin banyak, salah satunya yaitu dengan mencari lokasi lahan yang lebih dingin. (Windy)

About Sada

The Origin Gayo Specialty Coffee for Special people

Check Also

Kopi Jagung, Trend Kopi Masa Penjajahan

Kopi Jagung, Trend Kopi Masa Penjajahan

Kopi Jagung, Trend Kopi Masa Penjajahan- Kopi luwak, kopi gula aren, dan kopi jagung merupakan hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »