Breaking News
Home » Berita » Studi, Benarkah Kopi Sebagai Doping ?
Studi, Benarkah Kopi Sebagai Doping ?
Kopi itu doping

Studi, Benarkah Kopi Sebagai Doping ?

Studi, Benarkah Kopi Sebagai Doping?- Berkompetisi di dunia olahraga, memerlukan usaha dan berbagai cara sportif maupun non-sportif bagi sebagian orang agar dapat bertahan dan mampu menjadi seorang pemenang. Sehingga untuk dapat meningkatkan prestasi, berbagai upaya dilakukan seperti menggunakan zat atau metode yang bahkan dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.

Layaknya doping yang kerap kali ditemukan dalam dunia olahraga, namun dilarang karena berbagai alasan, yaitu berupa ancaman kesehatan atas peningkatan performa atlit itu sendiri agar dapat memaksimalkan kondisi fisiknya.

Doping merupakan penggunaan obat-obatan untuk meningkatkan performa dalam berolahraga. Begitu pula, jika suatu pengobatan atau yang dikonsumsi dapat meningkatkan kemampuan fisik karena khasiat yang diperoleh dari obat atau karena dosis berlebih juga dianggap suatu doping. (Baca Juga : Tips Membuat Latte Art)

Studi, Benarkah Kopi Sebagai Doping ?
Credit : Economy Okezone

Studi, Benarkah Kopi Sebagai Doping ?

Hal tersebut juga berlaku pada kopi yang memiliki kandungan kafein di dalamnya. Sehingga, minuman tersebut juga mendapatkan julukan sebagai doping legal bagi para atlit karena kafein merupakan senyawa alkaloid xantina berbentuk Kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretic, yang berguna sebagai stimulant yang sangat kuat dan dapat meningkatkan performa dalam olahraga. Tentu saja, hal tersebut dapat diperoleh bila dikonsumsi dalam takaran yang pas. Namun bila dikonsumsi secara berlebihan atau lebih dari 500g perhari dapat menyebabkan detak jantung berlebihan maupun tremor atau getaran pada bagian tubuh tertentu.

Dr. Enny yang merupakan dokter KONI menjelaskan bahwa ada lima kategori doping yang menjadi acuan dalam turnamen olahraga resmi internasional, yaitu stimulan, narkotik, anabolik, diuretika, dan hormon. Sedangkan kopi masuk dalam kategori stimulan doping.

Begitu pula yang diungkapkan oleh Mirza Haspari Sakti, SGz, MPH, seorang ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta bahwa “kafein memiliki efek energi sparing, mengubah asam lemak menjadi energi. Sehingga lebih menghemat karbo (Karbohidrat)”. Beliau juga menyatakan kalau efek lebih bertenaga setelah minum kopi ada benarnya. Namun dalam takaran yang wajar, kafein dalam secangkir kopi dapat dikatakan sebagai doping. (Ramadhani)

About Sada

The Origin Gayo Specialty Coffee for Special people

Check Also

Organic Coffee, Apa Syaratnya?

Organic Coffee, Apa Syaratnya?

Organic Coffee, Apa Syaratnya? – Mengonsumsi minuman yang mengandung banyak manfaat dan diklaim sebagai minuman yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »